www.bismania.com, The First Indonesian Bus Forum and Community. Untuk donasi, berapapun nilainya akan sangat berharga bagi keberlangsungan forum ini. Donasi dapat melalui Bank BCA rek 2910410965 atau Bank Mandiri 135.00.0534606.7.
  1. BisMania.com Donation

    1. Local Time

      1. Hits Counter

        1.  

          1.  

            1.  

              1.  

                1.  

                  1.  

                    1.  

     
Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 24
  1. #1
    Bus Chassis Plat Nomor : 21405
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Trenggalek - Jakarta
    Posts
    28

    Red face SHARE [Pengalaman] 24 jam (lebih) perjalanan bersama PO. Shantika

    Lebak Bulus - Ponorogo (jam berangkat 15.00 - perkiraan sampai tujuan 06.00 s/d 10.00)

    Jum'at, 20 January 2012 jam 15.00 - Sabtu, 21 January 2012 jam 17.00

    berawal dari ane buat threat DISINI



    Ternyata ane dapet ijin kerja stengah hari, otomatis peluang ane untuk dapet bus tujuan Ponorogo semakin besar, oleh karena itu sehari sebelum keberangkatan ane coba cari2 informasi tentang trayek tersebut. Tertarik dengan penghalaman bro "gdekw" dalam threat INI ane coba2 lah ke agennya, padahal babe kalo lage pulang langganan Harjay ato rosin mentok2nya ikut Jaya yang katanya sudah pasti sampe Ponorogo, karena kebanyakan armada lain cuma sampai Madiun. Tetapi karena emang dasar ane dah niat pengen coba2 naik PO lain, dan tertarik dengan beberapa threat yang membahas Shantika dengan armadanya yang katanya bagus dan "ngeblong" ane jadi tertarik pengen nyoba2.

    Lebak Bulus - Kamis, 19 Januray 2012 skitar jam 5 sore
    untuk sekedar survey harga Po lain dengan tujuan sama, ane coba tanya ke agen lorena\karina lalu ke sebelahnya yakni jaya (karena kebetulan posisi loketnya paling ujung) hehehe, yang ternyata ticket dengan untuk keberangkatan hari jum'at sudah fullbooked, waduh gawat neh kalo ga kebagian. yasudah ane langsung ke tujuan utama yakni loket Shantika, ketika ane nanya ke agen di jawab sudah full kecuali 2 bangku deket sopir, oke yaudah ane ambil 2 bangku tersebut. Setelah tiket diisi nopol bus, nomor bangku, jam keberangkatan dan nama + no HP ane, langsung dah ane bayar lunas seharga Rp. 130rb/ ticket. Ane pulang dengan bahagia tanpa menyadari kebodohan apa yang barusan ane lakukan.

    Sudah tau kebodohan yang ane perbuat..?
    Lebak Bulus – Jum’at, 20 january 2012 jam 14.30 sore
    Ane ama bini sampai Lebak bulus llangsung merapat menuju locket untuk menanyakan posisi bus, dan ternyata si Bus sudah berada di jalur keberangkatan (wah On Time Juga ni) ane samperin bus yang ternyata dah lumayan penuh penumpang. Kesan pertama ane l;iat busnya, “wah kok biasa aja???” malah ane bilang biasa banget. Setelah ane masukin tas ke bagasi ane masuk bus dan mencoba mencari no bangku yang tertulis di ticket ane. “ Loh, kok no bangku ane ndak ada?” wah pasti ada yang salah ni, no bangku di Bis adalah 1 AB sebelah kiri 1CD sebelah kanan dst sedangkan ticket ane adalah CB & CD, yasudah ane balik lagi ke agennya dan baru di jelasin liwat gambar bahwa no bangkui CB dan CD adalah bangku “cadangan” yang biasa di pake awak bus. (dekat pintu dan di deket supir) waduh, lemes ane dengernya gan. Tapi apa mau dikata itu kesalahan ane kemarin pas beli ticket kenapa ndak lebih teliti dan diperjelas. Yang buat ane “agak” kesel adalah masa bangku cadangan buat awak bus di jual juga? Buat yang belum jelas posisi duduk ane bisa diliat di Link berikut atau seperti gambar berikut.
    Yasudah ane minta tulung kalo ada penumpang yang cancel, atau pindah bus biar gw bisa pindah tempat duduk. Alhamdulillah ane dikasih pindah ke bus berikutnya dan dapet bangku paling belakang yang berjejer 4, di bawah tempat tidur supir cadangan, opsi ini terpaksa ane ambil karena ga ada pilihan lain hiks hiks hiks... di konfirmasi bus akan berangkat pukul 15.30. Dan ternyata bus pertama, baru berangkat pukul 15.30 bersamaan dengan datangnya bus kedua yang akan ane naiki, molor jam dari jadwal (ane ga tau kenapa). Bus ini kondisi lebih parah dari bus pertama, hedeh... kebetulan ane naiknya dari pintu belakang kecium aroma kanfas kopling atau kanfas rem terbakar bersaing dengan aroma pesing dari toilet yang tidak ada airnya.
    Apaboleh buat, ane nikmatin aja apa yang ada walaupun abis badan ane dicubitin bini dari sebelah yang mulutnya ga bisa diem ngomelin ane mulu. Ada satu peristiwa unik di depan ane, yakni ketika sang agen memeriksa tempat duduk penumpang, ada 2 penumpang yang terpaksa harus turun dan mendapatkan cash refund 100% dan permintaan maaf dari sang agen, karena katanya bangku tersebut sudah terjual di agen yang lain dan akan di jemput setelah ini. Setelah kenalan plus basa-basi dikit dengan 2 orang penghuni bangku sebelah, ane beraniin diri nanya ke sopir cadangan yang udah standby di tempat tidurnya diatas ane tentang bau2 hangus yang “agak” bikin parno takut2 ntar dijalan kenapa2. Feeling ane adalah kanvas kopling, karena bus berasa ga enak pas diparkirin, rasanya kek orang baru belajar mbawa mobil, koplingnya kadang selip (gas gede tapi ga jalan) kadang agak lompat busnya. Si supur cadangan ngasih tau ke ane kalau tadi keluar garasi sudah merasa agak nggak bener dengan kendaraannya (kenapa masih berani nge-line batin ane). Waduh akhirnya ane berdo’a yang intinya kira2 begini, mudah2an ga ada masalah selama dalam perjanan dan kalau emang ni bis ada masalah supaya kelar sebelum kita lepas jakarta, karena apa2 (sparepart dan/atau spare bus) masih mudah kalau disini.
    Tepat pukul 16.00 bus bergerak perlahan meninggalkan lebak Bulus. Mundur stengah jam dari jadwal yang gw denger dari agennya yakni 15.30. Berkaca pada pengalaman dengan bus sebelumnya yang “juga” berangkat stengah jam dari jadwal, mungkin 30 menit molor tersebut merupakan waktu untuk spare, atau tambahan waktu toleransi untuk menunggu penumpang yang terlambat dan/atau semacamnya (IMHO). Setelah mengisi penuh solar di SPBU dekat pasar jum’at, bus melaju masuk tol, disinilah masalah mulai muncul. Bus tidak bisa melaju kencang, koplingnya berasa mulai tidak mengigit dan bau hangusnya makin parah tercium. Sambil melaju, mekanik dari bus membuka bagian mesin di bawah kaki ane, bau hangus langsung semerbak masuk ke bus. Setelah sebelumnya bilang permisi, dia langsung tengkurap mencoba untuk menyetel kopling diatas gardan yang berputar sambil sesekali berteriak meminta sopir untuk mencoba kopling.
    Pukul 16.30 bus sudah tidak bis bergerak lagi, kopling benar2 super selip sampai akhirnya bus harus di bantu truk derek dari pengelola tol untuk keluar di pintu jagakarsa dan berhenti di bawah fly over. Awak bus lalu turun untuk mengecek kondisi mesin apakah masih “memungkinkan” untuk di perbaiki atau harus menggunakan armada pengganti. Stengah jam kemudian sebuah mobil sedan berhenti di depan bus 3 orang turun dari mobil dan salah satunya berpenampilan agak berwibawa terlihat agak panik dan merasa tidak enak dengan para penumpang yang tampak mulai berganti perasaan dari gelisah menuju marah. Yang saya sedikit bingung disini adalah para petugas derek yang bilang bahwa jasas derek tersebut adalah gratis, tetapi tidak segera pergi dari depan bus kami sampai ditemui oleh bapak yang “agak berwibawa” tadi.
    Pukul 17.30 Akhirnya ane dapat kepastian bahwa bus tersebut rusak dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Awak bus mengumumkan bahwa bus cadangan sudah berangkat dari pool di Rawamangun dan sedang dalam perjalanan menuju TKP. Pukul 18.30 Ketika bus sampai, wow busnya keren kali, mercy OH-1113 dengan label “New Spesial Edition” terbungkus baju Scorpio King. Masalah muncul ketika ternyata bus tersebut hanya memiliki 34 seat + 2 seat di smoking area sedangkan total penumpang adalah 38 orang (seharusnya 40 jika 2 orang penumpang yang belum di jemput ikut naik) akibatnya penumpang berebutan naik, ane yang kebetulan duduk paling belakang kebagian di smooking area dengan fasilitas bangku super sempit dan terisolasi kaca kek aquarium :p. Ane nikmatin aje, karena jujur, nasib ane lebih beruntung daripada 2 orang yang tidak kebagian bangku dan mendapatkan jatah di tempat tidur di tempat supir candangan dan satu di dengan bangku darurat di depan toilet.
    Setelah packing barang di bagasi dan semua penumpang on board, diiringi permintaan maaf dari awak bus sebelumnya, bus pengganti pun berjalan pelan meninggalkan jakarta. Bus berjalan pelan, bahkan sangat pelan karena sepertinya supir lebih mengutamakan kenyamanan penumpang (ane baru tau ternyata bus pengganti tersebut adalah bus pariwisata) pantesan mbawa busnya super seloow. Sampe rumah makan sekitar jam 23.00 ane ketiduran gan, karena bingung ga bisa liat apa2 dari belakang. Berangkat lagi seharusnya adalah jam 23.30 tetapi molor karena ke-2 penumpang yang tidak mendapatkan bangku ngambek. Setelah bernegosiasi dengan awak bus yang juga tidak mendapatkan solusi, karena memang sepertinya mereka benar2 bus parwis yang mendapatkan order untuk mengantar sampai tujuan tanpa tau kalo ada masalah. Akhirnya ada 2 penumpang yang mengalah memberikan tempat duduknya untuk kedua orang tersebut dan diputuskan bergantian2 dengan penumpang lain setiap beberapa jam. Buspun melaju kembali sekitar pukul 00.00
    Sepanjang perjalanan bus sama sekali tidak melakukan overtake bus lain, yang ada malah di salip oleh truk2 besar, bahkan oleh kontainer yang seharusnya merupakan kendaraan paling lambat di pantura. Ane akhirnya ketiduran dan bangun lagi ketika matahari sudah nongol kira2 jam 06.00 pagi di daerah pekalongan karena bus mengalami pecah ban. Penggantian ban memakan waktu kurang lebih 1 jam sebelum bus berjalan kembali.

    Beberapa jam kemudaian selepas turun alas roban, penumpang memaksa awak bus untuk berhenti dan membersihkan toilet karena aromanya sudah menyebar ga karuan ke dalam bus. Hahaha, ane ga nyium gan secara ruangan ane terisolir xixixixi...

    Bus sampe madiun sekitar jam 17.00 dengan sisa penumpang sejumlah 4 orang termasuk gw ama bini. Awak bus bilang ini adalah tujuan terakhir dan menyarankan kita berampat untuk menemui agen bus di terminal karena ticket kita berempat sampe Ponorogo. Opsi yang diberikan adalah di oper ke bus dengan tujuan Ponorogo gratis. Entah 2 orang tersebut ambil opsi ini atau ndak, tapi ane yang udah kebangetan capek naik bis sehari semalem milih pergi cari makan,,, walhasil buyar semua dah rencana yang ane ane susun sebelumnya, secara besok harus balik lagi ke jakarta hehehehe...
    Ane nilai PO. Shantika dengan pengalaman tersebut adalah

    • 1. Ticketing ane kasih point 6 skala 10

    Kacau, ada yang bangku yang di jual double
    Bangku cadangan di jual juga
    • 2. Ketepatan waktu

    Berangkat : ane kasih point 8 skala 10 (ontime with toleransi)
    sampai : ane ga tau karena di oper ke bis lain
    • 3. Awak bus ane kasih point 7 skala 10

    Pake seragam,

    Cukup sopan dan mau kasih penjelasan apa adanya.
    • 4. Tanggung jawab mangement ane kasih 9 skala 10

    Cukup sopan dan sangat bertanggung jawab dengan penumpangnya.
    Tempat makan lumayan
    • 5. Kondisi kendaraan ane kasih point 5 skala 10

    Mesin : yang ane naikin rusak
    Body luar : jadul sudah agak rusak
    Interior : kurang terawat
    Kebersihan : kabin kurang bersih, toilet jorok
    • 6. Overal ane lagi sial... hehehe

    Ane ga kapok naik bus ini kok, karena ane liat management konsen serius ama masalah tersebut, buktinya dateng langsung ke TKP dan langsung action. Jadi intinya ane lagi sial aja. Woiya kenapa pulang ke jakartanya ane ga naik shantika lagi, karena ane harus mampir bandung gan. Padahal ane sudah mesen tiket via agen ponorogo dan ane batalin karena ada spesial request dari kakak ane yang lagi ngidam bolu kukus hehehe :D
    • 7. Buat PO Shantika mungkin Link Ini bisa buat masukan, karena ane merasa armada yang ke Ponorogo kasusnya mirip seperti yang nge line Jogja tersebut.


    • Pulang kampung berikutnya ane akan naik bis ini lagi dan akan gw share pengalaman berikutnya dengan bus ini *masih penasaran... hehehehe,


    • Woiya satu lagi, pertanyaan ane kenapa kek ada bekas cat dihapus di body bus? apa mungkin ini bus 2nd dari PO lain (IMHO) CMIIW


    Sungguh pengalaman pertama kali naik bus yang tidak akan pernah aku lupakan... CMIIW

  2. #2
    Bus Chassis Plat Nomor : 21405
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Trenggalek - Jakarta
    Posts
    28

    Thumbs up ane booking buat update yaaa....

    updatenya rencananya ane taruh disini...
    Last edited by src034; 01-24-2012 at 01:44. Reason: upload

  3. #3
    VIP Plat Nomor : 203 Pran-cis's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Cileungsi
    Posts
    729

    Default

    keren gan pengalamannya............
    (021)-82480857 Just call, no SMS please
    Kirim Email kesini aja

  4. #4
    Bus Chassis Plat Nomor : 21405
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Trenggalek - Jakarta
    Posts
    28

    Thumbs up

    Quote Originally Posted by Pran-cis View Post
    keren gan pengalamannya............
    bwahahahahahaaaaa,,,,
    ye gan, asli
    temen2 ane semua gw ceritain pada ngakak
    mang dasar gw lagi apes kali ye,,,

  5. #5
    VIP Plat Nomor : 1048 smanduta's Avatar
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Tangerang-Depok
    Posts
    637

    Default

    waduh, shantika abadi lagi ni y yg mogok

  6. #6
    VIP Plat Nomor : 15371 gdekw's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bogor-Darmaga
    Posts
    933

    Default

    wah ane jadi ngerasa bersalah niiih..hihi,mungkin faktor kurang beruntung yang om..itu armada pinjeman dian mitra klo ga salah...
    tapi seru juga pengalamannyaa..hehehe,

  7. #7
    BisMania Priority Plat Nomor : 166 d4n1el_andhie's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    WrongTri
    Posts
    2,289

    Default

    ini lah serba-serbi dunia transportasi. kadang enak kadang gak enak.

    pengalaman yg luar biasa ini om. smoga touring selanjutnya tidak sial lagi. :)
    Pakridana Mentri salatiga
    www.buspacker.com
    kaos - jaket - kemeja
    085669711302
    PIN 323D1F9B

  8. #8
    Super Executive Plat Nomor : 1652 anggaeins's Avatar
    Join Date
    Jan 2010
    Location
    pamulang,lb bulus
    Posts
    3,200

    Default

    waww, ini di post januari tapi ane baru baca malem ini.. keren banget bro nyeritainnya. jadi paham bgt gimana perasaan agan tiap kejadian.

    kadang emang dalam perjalanan transportasi apapun terjadi hal2 yang tidak sesuai dengan keinginan, yang jelas semoga thread ini bisa dibaca oleh manajemen shantika ponorogo, karena seharusnya seperti inilah seorang konsumen yang ingin menyampaikan keluhan dan kritik terhadap PO tersebut. Salut, thanks sharingnya bro.
    A traveler, especially with Bus.
    @ a n g g a e i n s

  9. #9
    VIP Plat Nomor : 13828 rendrahabib's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    889

    Default

    kebetulan saya kenal dengan agen PO Shantika di Lebak Bulus karena memang bbrpa kali naik armada PO ini dan beruntungnya saya pernah ke Madiun saat jaman masih pke armada Seri E Scania K380 Scorpion King yang saat ini jadi seri 20.

    Semenjak ada "perubahan" armada untuk jalur Solo-Madiun-Ponorogo saya selalu ngeledek agennya ttg armada2 yang digunakan, dia selalu menjanjikan akan adanya armada2 baru untuk jalur tersebut sampai akhirnya kemarin pas long wiken april saat mau ke Solo saya kembali ngeledek dia dengan bilg, "Bos, sorry nih sy selingkuh dlu pake bis ini... hehe" sambil nunjuk Bus Laju Prima, Golden Dragon air suspention dengan berbaju Legacy Sky SR-1...

    Ya, semoga PO Shantika bisa kembali "mengembalikan" kejayaan armada2nya khususnya untuk jalur Solo-Madiun-Ponorogo

  10. #10
    Super Executive Plat Nomor : 11052 maz_jacx's Avatar
    Join Date
    Jan 2011
    Posts
    2,551

    Default

    sekarang SHANTIKA Ponorogoan yang armadanya lumayan bagus adalah Seri A jurusan Bogor-Ponorogo....

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •