www.bismania.com, The First Indonesian Bus Forum and Community. Untuk donasi, berapapun nilainya akan sangat berharga bagi keberlangsungan forum ini. Donasi dapat melalui Bank BCA rek 2910410965 atau Bank Mandiri 135.00.0534606.7.
  1. BisMania.com Donation

    1. Local Time

      1. Hits Counter

        1.  

          1.  

            1.  

              1.  

                1.  

                  1.  

     
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 13
  1. #1
    Super Executive Plat Nomor : 3342 heroex's Avatar
    Join Date
    Feb 2010
    Location
    KEDIRI
    Posts
    2,582

    Thumbs up Kisah Tragis ex.Masinis Tragedi Bintaro>>>Slamet Bintaro

    Tragedi Bintaro, Tragedi Seorang Masinis (Hidupnya kini)
    Slamet Suradio, Masinis KA dalam Tragedi Bintaro 1987, Hidupnya Kini
    Tinggal di Desa, Isi Hari Tua dengan Berjualan Rokok Eceran
    Saat Jalani Hukuman, Istri Direbut Teman Sendiri



    Slamet Suradio di rumahnya.
    Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja/JPNN
    Dua puluh tiga tahun lalu Slamet Suradio menghadapi masa-masa sulit seperti yang dialami M. Halik Rusdianto, masinis Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang menjadi tersangka dalam tabrakan KA di Pemalang Sabtu lalu (2/10). Kini mantan masinis berusia 71 tahun itu menghabiskan masa tuanya dengan menjadi penjual rokok eceran.

    =======================
    HENDRI UTOMO, Purworejo
    =======================

    TABRAKAN maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu lalu mengingatkan masyarakat akan peristiwa semacam pada 1987. Saat itu, 19 Oktober 1987, KA 225 (Rangkasbitung-Jakarta Kota) yang dimasinisi Slamet Suradio bertabrakan secara frontal dengan KA 220 (Tanah Abang-Merak) di kawasan Bintaro, Tangerang.
    Akibatnya, 156 orang tewas mengenaskan dan sekitar 300 korban lain mengalami luka-luka. Tragedi Bintaro itu dinilai sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

    Slamet lalu ditetapkan sebagai salah seorang tersangka dalam insiden tersebut. Dia akhirnya divonis lima tahun penjara. Dia dianggap bersalah. Selain Slamet menjalani hukuman di balik terali besi, karir sebagai masinis langsung mandek. Dia diberhentikan dari pekerjaan itu. Setelah menuntaskan hukuman, dia memilih pulang ke kampung halaman di Purworejo.

    Slamet kini tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan Kidul, RT 02/RW 02 Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Dia menghabiskan sisa hidupnya dalam kemiskinan dengan berjualan rokok eceran di rumah itu.

    "Hingga kini saya masih sering trauma dan miris jika mendengar kabar kecelakaan kereta api. Sebagai mantan masinis, saya bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh seorang masinis yang mendapatkan musibah hebat seperti itu," kenang dia.

    Saat ditemui Radar Jogja (Grup JPNN) di rumah tersebut, lelaki lanjut usia itu masih mampu mengingat dengan jelas detail tragedi Bintaro yang melibatkan dirinya. Slamet mengisahkan, tragedi Bintaro terjadi Senin Pon, 19 Oktober 1987, pukul 07.30. Saat kejadian, Slamet berada di lokomotif KRD 225.

    Di depannya, di rel yang sama, muncul KA 220 yang melaju dari Tanah Abang menuju Merak. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Slamet saat maut berada di depan matanya. Dia hanya mampu mengucapkan astagfirullahaladzim berulang-ulang sambil mencoba sekuat tenaga mengerem dan membunyikan "klakson" kereta.

    Slamet baru tersadar ketika sudah berada di ruang ICU RS Kramat Jati dengan luka-luka di sekujur tubuh. Kaki kanannya patah. Kulit pinggulnya sobek. Selain itu, semua giginya rontok gara-gara terhantam handle rem kereta. Begitu tabrakan terjadi, tubuh Slamet terlempar hingga belakang jok masinis.

    "Saya melihat sinyal aman ketika memasuki halte Pondok Bitung. Namun, secara bersamaan, dari arah berlawanan tiba-tiba muncul KA 220, lalu derrr...! Tabrakan maut itu tidak bisa terhindarkan," tutur dia.

    Kecepatan kereta yang dikemudikan oleh Slamet saat itu sekitar 40 km/jam. "Saya langsung tidak sadar dengan luka-luka di banyak bagian. Saya baru sadar ketika berada di rumah sakit," ungkap pria yang pernah tercatat sebagai pegawai negeri sipil dengan NIP 120033237 itu.

    Selaku mantan masinis, Slamet secara gamblang bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh masinis KA Argo Bromo Anggrek M. Halik Rusdianto, yang bernasib serupa dengannya. "Dalam setiap kecelakaan KA, masinis selalu menjadi kambing hitam utama. Pertimbangannya, perannya sangat vital. Saya yakin bahwa Pak Halik pasti mendapatkan interogasi panjang setelah kejadian," tuturnya.

    Untuk itu, Slamet berpesan kepada Halik untuk menceritakan apa adanya. "Setahu saya, seorang masinis baru menjalankan kereta atau memasuki stasiun ketika ada sinyal aman dari petugas pemberitahuan tentang persilangan (PTP)," tambah dia.

    "Jika itu yang terjadi di Petarukan, Pemalang, secara pribadi saya tidak terima kalau masinis dikambinghitamkan. Jika diminta menjadi saksi ahli dalam sidang nanti, saya bersedia," ungkap bapak yang ke mana-mana selalu membawa surat-surat penting kenangannya selama menjadi masinis dan dokumen proses peradilan yang menjadikannya terdakwa dalam tragedi Bintaro itu.

    ARTIKEL TERKAIT


    Slamet Suradio, 71, masinis yang terlibat dalam tabrakan maut KA di Bintaro pada 1987, seperti hilang ditelan bumi. Namanya baru diungkit lagi menyusul terjadinya kecelakaan KA di Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10).

    =======================
    HENDRI UTOMO, Purworejo
    =======================

    Spoiler for Lanjutan:

    MENCARI Slamet Suradio di Purworejo memang tidak mudah. Radar Jogja (Grup JPNN) tak punya alamat detail rumahnya. Bahkan, nama masinis yang pernah menggemparkan Indonesia itu tidak terdata di PT KA (Kereta Api) Kutoarjo.

    Petugas di Stasiun Besar Kutoarjo malah terkejut saat diberita tahu bahwa masinis KA 225 (Rangkasbitung-Jakarta) yang terlibat tabrakan dengan KA 220 (Tanah Abang-Merak) dan menewaskan 156 orang itu tinggal di Purworejo.

    Alamat Slamet akhirnya ditemukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purworejo. Slamet Suradio tercatat sebagai warga RT 01, RW 02, Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.

    Saat didatangi di rumahnya Senin (4/10), laki-laki yang oleh warga sekitar lebih akrab disapa Slamet Bintaro itu sedang tidak ada. Rumahnya sepi. Tetangganya memberi tahu bahwa Slamet sedang berjualan rokok keliling di perempatan besar dekat BRI Cabang Kutoarjo (bukan berjualan rokok di rumah seperti diberitakan kemarin, Red).

    Tapi, ketika pangkalan Slamet didatangi, bapak tiga anak itu ternyata sudah pergi. "Wong, barusan dia di sini. Mungkin masih di sekitar sini saja," kata seorang tukang becak.

    "Lha itu" orang yang pakai baju biru berjalan ke timur. Ya, itu Slamet Bintaro," tambah si tukang becak sambil menunjuk ke arah pria gaek yang berjalan sambil membawa kotak rokok di dadanya.

    Slamet yang mengenakan baju biru lusuh dan topi biru berjalan di trotoar dengan tertatih-tatih. Di pundaknya tergantung tas berisi beberapa bungkus rokok yang dijual keliling. Dia kaget ketika disapa dengan nama "Slamet Bintaro".

    Namun, setelah diajak makan di sebuah warung, dengan antusias Slamet menceritakan tragedi kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin Pon, 19 Oktober 1987, pukul 07.30 tersebut. Tabrakan frontal dua KA itu dianggap sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Selain menewaskan 156 orang, tabrakan tersebut melukai sekitar 300 penumpang lainnya.

    Dalam kasus itu, Slamet akhirnya dihukum lima tahun penjara. Begitu bebas dari Lapas Cipinang pada 1993, Slamet masih boleh ngantor, meski hanya disuruh apel pagi. Namun, pada 1994, dia diberhentikan dengan tidak hormat. Secara otomatis dia tidak mendapatkan uang pensiun. Padahal, Slamet mulai mengabdi di PJKA (kini PT KA, Red) sejak 1964 dan mulai 1971 menjadi masinis.

    "Pengabdian saya selama puluhan tahun seperti tidak berarti," ujar suami Tuginem, 45, itu dengan nada kelu. Tuginem merupakan istri kedua Slamet. Istri pertamanya, Kasmi, kimpoi lagi dengan masinis kawan Slamet ketika laki-laki berkulit hitam legam itu menjalani hukuman di Lapas Cipinang.

    Slamet kemudian membongkar isi tas cangklongnya. Selain rokok, ternyata Slamet ke mana-mana membawa "surat-surat penting" yang menjadi saksi bisu pengabdian dirinya sebagai masinis. Di antaranya, surat tanda pengenal masinis dan surat pemberhentian dirinya oleh Kementerian Perhubungan.

    Dia tampak terluka. Selain merasa menjadi kambing hitam dalam tragedi Bintaro, dia mendapatkan tekanan dari mana-mana. Dia menjalani pemeriksaan yang melelahkan dan membuatnya stres.

    Dia juga tiga kali pindah rumah sakit saat menjalani pengobatan luka-luka akibat kecelakaan itu. Pertama, dia dirawat di RS Pelni Jakarta. Namun, lantaran mendapat teror dari massa "korban Bintaro", Slamet kemudian diamankan dan dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo, sebelum dipindah lagi ke RS Kramat Jati.

    Di ICU RS Kramat Jati, Slamet dirawat tiga bulan. Selama menjalani perawatan itu, dia masih sering dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. "Bahkan, saya pernah diinterograsi dengan todongan pistol agar mengakui apa yang tidak saya lakukan. Namun, saya tetap kukuh karena saya menjalankan kereta setelah mendapat sinyal aman ketika masuk Bintaro. Saya sempat bilang, tembak saja Pak. Saya rela mati karena saya merasa tidak melakukan kesalahan," paparnya mengenang.

    Meski demikian, Slamet Bintaro tetap menjadi terdakwa. Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat itu menuntut Slamet dengan hukuman 14 tahun penjara. Namun, hakim menjatuhi hukuman 5 tahun penjara.

    Setelah bebas dari Lapas Cipinang, Slamet Bintaro pulang ke kampung halaman, menemani istrinya yang bekerja sebagai buruh dan perajin emping. Slamet memilih berprofesi menjadi pengasong rokok keliling untuk mengisi hari-harinya.

    Di perempatan BRI Kutoarjo yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kutoarjo, saban hari dia dia menghabiskan waktu bersama para tukang becak dan tukang ojek yang mangkal di situ.

    "Yang penting, pekerjaan saya halal. Saya tidak mencuri dan korupsi," tutur Slamet yang sehari rata-rata hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 5.000. (*/c6/ari)

    Saya copas dari http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5505249

    Semoga rekan2 bismania pecinta moda transportasi massal ada yang tergugah hatinya untuk membantu sejarah perkereta apian indonesia yang terabaikan....
    Last edited by heroex; 10-07-2010 at 22:19.
    Kenali Negerimu Nikmati Negerimu
    PIN BB : 31426999



  2. #2
    AutoBANNED - 3 Plat Nomor : 7379
    Join Date
    Jun 2010
    Location
    Bekasi
    Posts
    3,255

    Default

    Kisah realita yang tragis... Di balik peristiwa yang tragis juga saat itu. dimana media saat itu menyatakan karena penyebabnya adalah tidak adanya sinyal nyaman antara St. Sudimara dan Kebayoran Lama.

    Oh iya, Dari beberapa sumber dari media dan pengalaman, Tragedi Bintaro menjadi info yang menarik perhatian dunia (jika mengenangnya, bisa jadi Trending Topic) dan hingga saat ini masih menjadi misteri di kalangan masyarakat dekat lokasi TKP (Kalo gak salah TKP-nya antara Pintu rel Ulujami dan Pintu Rel Bintaro Permai (km. 18+750), kalo di tol Bintaro sekitar Km. 0+800).

    Banyak spekulasi dari media kalau tragedi ini menyebabkan 200 korban tewas, baik secara langsung maupun tidak.

    Setelah tragedi ini terjadi, peristiwa ini didokumentasikan dalam bentuk film (ada filmnya di Yo***be) dengan judul yang sama dengan peristiwanya dan dimulai pembangunan jalur kereta api menjadi double track antara Tn. Abang hingga Serpong (Incl. Lokasi TKP-nya) pada tahun 2005 dan beroperasilah jalur double track itu setelah 2 tahun kemudian.

    BTT-nya,
    apakah kehidupan perkeretaapian di Indonesia masih dalam nominanya carut marut, seiring banyak kasus kecelakaan yang terjadi?

    Dan, bagaimanakah kebijakan pemerintah dalam memerhatikan kondisi transportasi ini? Karena hingga sekarang, kereta api menjadi andalan bagi masyarakat, meskipun kali ini tampak berkurang.

    Dan saya berharap, Buslovers dari seluruh penjuru nusantara dapat meringankan beban ini, karena kondisinya makin prihatin.
    Last edited by fajarjamirobks; 10-07-2010 at 22:24.

  3. #3
    Super Executive Plat Nomor : 701 Fatamorgana's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Surokarto Hadiningrat
    Posts
    3,106

    Default

    saya tidak mau membaca berita ini sampai tuntas, bikin hati ini makin menderita...

  4. #4
    Beginner Plat Nomor : 1265 ariefbizz's Avatar
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Yogyakarta
    Posts
    17

    Default

    Memang miris melihat penanganan kecelakaan Kereta Api di Negeri Kita... Bahkan terjadi banyak salah kaprah dalam pemberitaan di media yang memperkeruh suasana. misalnya " Kecelakaan disebabkan karena masinis mengantuk sehingga salah mengambil jalur", sejak kapan masinis bisa membelokkan kereta, bukankah kereta memilih jalur itu ditentukan oleh wesel yang diatur oleh petugas PPKA.

    Untuk kecelakaan yang terjadi di Petarukan, tidak bisa hanya mengkambing hitamkan masinis saja. Pada prinsipnya pengoperasian KA itu menggunakan sistem blok, dalam satu blok pada single track hanya diperbolehkan ada 1 kereta, sehingga jarak antara KA Senja Utama dan KA Argo Bromo Anggrek minimal adalah satu blok. Apakah memindahkan wesel memerlukan waktu lebih dari waktu tempuh satu blok?? karena kedua KA tersebut pada arah yang sama. kalopun PPKA mengatakan bahwa sinyal menyala merah, siapa yg bisa membuktikan ketika itu sinyal menyala merah?? bukankah yg melihat hanya masinis dan petugas PPKA?? cukup sulit membuktikan karena tidak ada dokumentasi otentik ketika itu...

    Maaf klo melenceng dari topik... BTT..
    ARIEF_BIZZ

  5. #5
    Super Executive Plat Nomor : 3342 heroex's Avatar
    Join Date
    Feb 2010
    Location
    KEDIRI
    Posts
    2,582

    Default

    Maaf OOT dikit

    Bagi rekan2 bismania yang ingin bersimpati kepada beliau bisa PM me.....Insya Allah sedikit sumbangsih kita akan sangat berguna buat beliau dalam menikmati hari tua nya.....


    Kenali Negerimu Nikmati Negerimu
    PIN BB : 31426999



  6. #6
    Executive Plat Nomor : 569 huda's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    1,137

    Default

    Pertama kali membaca tread Slamet Bintaro juga dari forum sebelah, hati merinding. Malamnya melihat beliau di acara dialog "Barometer" SCTV, air mata keluar. Sampai sekarang juga saya tidak percaya akan kesalahan tunggal masinis dalam setiap insiden, faktanya kereta api adalah alat transportasi yang menggunakan sistem pengamanan berlapis setua apapun teknologi yang ada di perangkat lokomotif. Pelanggaran sinyal bagi saya merupakan alasan yang disederhanakan agar pihak yang mestinya paling bertanggung jawab bisa bebas dari apa yang semestinya menimpa dirinya.

  7. #7
    Super Executive Plat Nomor : 1496 abraham's Avatar
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Diantara deru mesin.
    Posts
    3,884

    Default

    Quote Originally Posted by heroex View Post
    ..........
    Alamat Slamet akhirnya ditemukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purworejo. Slamet Suradio tercatat sebagai warga RT 01, RW 02, Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.

    Saat didatangi di rumahnya Senin (4/10), laki-laki yang oleh warga sekitar lebih akrab disapa Slamet Bintaro itu sedang tidak ada. Rumahnya sepi. Tetangganya memberi tahu bahwa Slamet sedang berjualan rokok keliling di perempatan besar dekat BRI Cabang Kutoarjo (bukan berjualan rokok di rumah seperti diberitakan kemarin, Red).
    ............

    lokasi spesifiknya kurang tau, tapi kalo wilayah kec. Gebang aq tau...

    lah, kalo pagi sering lewat, deket terminal Kutoarjo soalnya...


    maaf OOT,...
    Sagita - Oplosan.

  8. #8
    I'm a SuperMOD Plat Nomor : 20 Ryan.Agusta's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Muria Raya
    Posts
    7,308

    Default

    Korban kurang mapannya manajemen transportasi kereta api
    Fast, Smooth and Safe

    Salute
    EKA S 7150 US Pak Bagio
    BUDIMAN E337 Pak Yayat

  9. #9
    Executive Plat Nomor : 78
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Printworld - Semarang
    Posts
    3,656

    Default

    1987, saia baru sekitar 6 tahun (ngetok2i tuwo ik)

    tidak tahu secara persis gimana alur kejadian laka kereta itu, tapi denger2 dari berita memang parah sekali, karena tabrakan terjadi frontal dan saat kecepatan tinggi di jalur single track ...
    cuma bisa ikut nimbrung tentang 'bobroknya' sistem perkeretaapian sekarang ini ... tapi memang beginilah dunia perkeretaapian di indonesia ... sudah untung kita diberi 'warisan' besi panjang yg dijejer di pulau jawa, tapi dari jaman dulu sampe sekarang kita naik kereta, beli tiket, beli peron, tapi tidak ada penampakan serius pembenahan .... seperti masih adanya jalur single track yang nota bene sangat berbahaya itu ... dari pihak keretaapi pun sepertinya seadanya dalam membangun jalur dobel track, sedangkan ditempat lain untuk pembangunan gedung DPR yang waaaah bisa sedemikian cepatnya keluar anggaran ... gerbong2 dan loko2 pun masih bisa ditemukan 'sisa2' jaman perjuangan ...

    disini saia bukan membanggakan moda transportasi bus, tapi memang begitulah keadaan sebenarnya, perusahaan yg di manage oleh perorangan akan lebih mudah berkembang walau tetap yg menjadi momok utama adalah modal .... wlaupun begitu teknologi2 baru tetap saja bermunculan di dunia perbisan di indonesia ... di kereta api? silahkan lihat sendiri, sebelum ada pembenahan jalur dan jalur belum 100% dobel track ... jangan harap sinkanshen meluncur di track indonesia ....

  10. #10
    Bus Chassis Plat Nomor : 6803
    Join Date
    May 2010
    Location
    Bintaro
    Posts
    81

    Default

    Quote Originally Posted by heroex View Post
    Maaf OOT dikit

    Bagi rekan2 bismania yang ingin bersimpati kepada beliau bisa PM me.....Insya Allah sedikit sumbangsih kita akan sangat berguna buat beliau dalam menikmati hari tua nya.....


    Ayo om2, kite bantu via om Heroex........

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •