www.bismania.com, The First Indonesian Bus Forum and Community. Untuk donasi, berapapun nilainya akan sangat berharga bagi keberlangsungan forum ini. Donasi dapat melalui Bank BCA rek 2910410965 atau Bank Mandiri 135.00.0534606.7.
  1. BisMania.com Donation

    1. Local Time

      1. Hits Counter

        1.  

          1.  

            1.  

              1.  

                1.  

                  1.  

     
Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 11 to 20 of 20
  1. #11
    Executive Plat Nomor : 10521 Alfian's Avatar
    Join Date
    Jan 2011
    Location
    Ngawi-Malang PP
    Posts
    1,953

    Default

    Wah kacau banget Solar dibatasi yang berakibat langka. Dampaknya sudah jelas, jasa angkutan kebingungan, apalagi perusahaan bis (terutama jalan AKAP/AKDP). Gitu pemerintah apa nggak mikir kalau solar banyak dipakai jasa angkutan. Kalau terus terusan solar dibatasi, usaha nggak jalan....

  2. #12
    VIP Plat Nomor : 173 Mbexxx a.k.a Tendhong's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Surabaya, Indonesia, Indonesia
    Posts
    559

    Default

    IMKO (In My Koplak Opinion) perihal subsidi BBM ini jadi kasus lama. Subsidi kan memang bagi yg benar-benar membutuhkan. Artinya orang kaya kan nggak boleh menikmati subsidi itu. Salah satu kriteria orang yang dianggap mampu adalah memiliki kendaraan bermotor (meskipun itu bukan satu-satunya kriteria). Singkat kata, artinya pengguna kendaraan bermotor (termasuk mobil/motor) seharusnya tidak boleh menikmati BBM bersubsidi ini. Aku berpikir sih, ada 3 pihak yang seharusnya diutamain buat dapet subsidi:

    1. Transportasi umum termasuk di dalamnya angkutan penumpang (dan mungkin sedikit pertimbangan tertentu untuk angkutan barang). Kalau angkutan umum disubsidi kan wenak to, mass transport dapat lebih keurus. Karena dengan mass transport (bus AKAP, bus AKDP, angkot, ELF, Bison, dan tetek bengeknya) yang bisa minum pake BBM bersubsidi ini, bea operasionalnya kita katakan 'normal-rendah' dan yang kendaraan pribadi, gara2 harus pake BBM non subsidi, operasionalnya kan jadi lebih gedhe. Jadi, pengelola diuntungkan dalam hal ini, pasokan BBM dipastikan lancar (soalnya gak ada lagi subsidi BBM habis gara-gara dipake sama mobil-mobil motor-motor), penumpang meningkat. Negara juga untung kan, pemasukan dari pajak trayek, pajak terminal, pajak kendaraan, dlsb...

    2. Industri Kecil Menengah. Terutama untuk menopang pertumbuhannya (yang ini gak tau terlalu banyak sih)

    3. Sepeda Motor. Tapi perlu dibatasi juga. Misal: sepeda motor yang didesain untuk kalangan menengah kebawah rata-rata kendaraan 115 CC kebawah (kalau kita amati, meski ada yg beli 125 CC atau lebih). Misalnya, BBM bersubsidi cuma buat kendaraan bermotor 115 CC kebawah. Atau misalnya pembelian BBM bersubsidi cuma boleh untuk masyarakat yang daerah rumahnya tidak terjangkau oleh angkutan massal (misalnya gan di pacitan nggunung itu kan gak ada angkudes, jadi bisa lah mereka beli BBM bersubsidi)

    Kalau dibatasi kaya gitu sejak dulu, yakin deh gak bakal ada imbasnya. Kalau udah kaya gini, yang jadi korban ya bis antar kota gan. Miris denger kabar bis-bis antar kota harus perpal atau mogok di jalan gara-gara nggak ada solar. Mobil pribadi pake solar atau bensin 100 rebu mah masih bisa tahan 1 minggu buat jalan dalam kota. Lah misal kaya Mira-Eka/Sumber Kencono/Akas Green/Restu Panda (kabeh wae disebutin -___-) diisi 100 rebu cuma dapet solar 22,2 liter, paling banter cuma lari sampe Kertosono habis itu mogok.

    Demikian sodara-sodari sedikit ulasan saya. Mohon maap kalau ada yang salah/kurang tepat. Mohon maap kalau sedikit melenceng. CINIS (Culek Inyong Nek Inyonge Salah)
    JB LA 161 Angkatan 2010
    Telpon : 0818 0276 0016
    eF Bhe : dwi_nugrahananto@yahoo.com
    email juga sama...

    JOGJA ASELI SEDJAK 1992


  3. #13
    Executive Plat Nomor : 7501 mandego's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Location
    Pesisir Selatan Jawa
    Posts
    1,210

    Default

    Kemarin sepanjang jalan Pacitan-Jogja kebetulan melewati skitar 9 SPBU, semuanya penuh ma antrian kndraan yg ngantri Solar. Rata-rata panjang antrian 100-200m di kanan-kiri SPBU. Mau sampai kapan ya kayak gitu?? Sayangnya gak sempet ambil gambarnya karena ane motoran.

  4. #14
    Executive Plat Nomor : 10521 Alfian's Avatar
    Join Date
    Jan 2011
    Location
    Ngawi-Malang PP
    Posts
    1,953

    Default

    Update tadi pagi : Dampak kelangkaan solar, terjadi kemacetan total di jalan Sidowayah-Gendingan, Ngawi mulai dinihari (jam 2 pagi) sampai jam 7 pagi, secara tidak langsung, kemacetan tersebut berakibat molornya perjalanan (bis) sampai ke tujuan.
    #antrisolar

  5. #15
    Patas AC Plat Nomor : 19010 power.sepiring's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Location
    Kulon Progo - Ponorogo
    Posts
    449

    Default

    Quote Originally Posted by Alfian View Post
    Update tadi pagi : Dampak kelangkaan solar, terjadi kemacetan total di jalan Sidowayah-Gendingan, Ngawi mulai dinihari (jam 2 pagi) sampai jam 7 pagi, secara tidak langsung, kemacetan tersebut berakibat molornya perjalanan (bis) sampai ke tujuan.
    #antrisolar
    Alhamdulillah tadi malam pas lewat Sidowayah-Gendingan relatif lancar..
    walaupun masih ada antrian yang memakan satu lajur, sepanjang beberapa ratus meter... Bis tidak banyak terganggu, sampai t4 tujuan bisa tepat waktu

  6. #16
    Patas AC Plat Nomor : 137 jsusanto's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    407

    Default

    Quote Originally Posted by heru_yk View Post
    Pemerintah ini kok takut banget naikin harga bahan bakar ya??? Ribut quota BBM subsidi sudah over load dll, tapi ga mikirin caranya menghambat orang beli kendaraan baru, coba liat itu penggunaan Bahan Bakar Subsidi yang tidak tepat sasaran, mobil/motor baru nambah terus tanpa terkendali.

    Menurut saya, udah lah naikin aja harga BBM subsidi kecuali khusus untuk angkutan Plat Kuning harganya tetap. Tapi harus diawasi bersama penggunaannya, menurut hemat saya jika harga Premium/Solar Subsidi dengan yang non subsidi tidak terpaut jauh nilai rupiahnya saya yakin pengguna akan berbondong-bondong beralih ke Bahan Bakar Non Subsidi.
    *just in my opinion.
    Setuju Om, kalo disparitas IDR 2k, sepertinya customer memilih mending pake yg non subsidi. Yg sekarang terjadi selisihnya ampe 5k, make yg non subsidi pasti mikir bolak balik (khususnya pengguna kendaraan mobil pribadi).
    Saya sendiri termasuk pengguna BBM cap kerang mulai 2 thn terakhir, lha wong cuma sepeda motor paling berapa minumnya sekali ngisi.
    Joko Susanto
    email&YM : nikiniku@yahoo.com

    "Lintas Sragen-Wonosari-Jakarta"

  7. #17
    AC Ekonomi Plat Nomor : 3107
    Join Date
    Feb 2010
    Location
    Ubung
    Posts
    243

    Default ikut share

    Ikutan share pendapat pribadi ya...

    Solar berlaku dua harga, subsidi dan non subsidi
    Di sini pasti ada kendala dalam distribusinya, mana yang berhak dan mana yang tidak berhak kita susah untuk membedakan,
    dan selain itu dengan kondisi dua harga seperti ini makan akan menimbulkan kecurangan di pihak2 yang tidak bertanggung jawab(Beli dengan harga subsidi di jual non subsidi atau penimbunan dll)
    dan sebaliknya juka bensin juga demikian, ada harga subsidi dan non subsidi akan berdampak begitu juga,

    kalo pendapat saya, pemerinta sebaiknya mengkaji, bahan bakar apa yang sekiranya lebih dominan di pake untuk kebutuhan umum, solarkah atau bensin,
    bila memang solar, semua solar di subsidi dan bensin semua non subsidi,
    dan mungkin di sertai kebijakan2 baru, misal kendaraan pribadi/ kendaraan mewah berbahan bakar solar di larang masuk indonesia, yang ada semua kendaraan berbahan bakar solar adalah jenis kendaraan umum,
    dengan seperti ini tentunya akan ada gejolak bagi pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar bensin, karena bensin tidak ada subsidi, dan nanti dimana pemilik kendaraan pribadi hanya orang2 yang bener2 mampu, dan yang memiliki kendaraan pribadi dengan pemasukan pas2an akan semakin tergerus, dan berkurang dan pasti mereka akan beralih ke kendaraan umum,
    ingat perkembangan kendaraan pribadi di indonesia begitu pesat tanpa di imbangi oleh infrastruktur jalan raya

    dengan kebijaksanaan seperti ini menurut saya,
    orang yang memiliki kendaraan pribadi akan berkurang
    perkembangan jalan raya saat ini akan sebanding dengan perkembangan kendaraan pribadi
    orang akan kembali ke kendaraan umum, karena dengan kendaraan pribadi pengeluaran lebih besar,..

    Mungkin hanya ini yang ada di benak saya, mohon maaf bila salah, makasih

  8. #18
    VIP Plat Nomor : 29476 erilia_HD's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Lare Osing
    Posts
    818

    Default

    kemaren sabtu pagi jalanan probolinggo arah ke terminal macet total, gara2 antri solar, smpai2 para penumpang dari terminal jalan kaki smpai lampu merah buat nyari bis

  9. #19
    Bus Bumel Plat Nomor : 31241
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    JALAN.KENDALISODO NO.43, MADIUN, JATIMi
    Posts
    137

    Default

    Huuu.miris banget dah kalo liat antrian BBM di tv , soalnya banyak mobil mewah (inn*va,fort*ner,pajero sp*rt,path*r touring) yang antri di antrian solar susidi dan mereka malah nyerobot antrian , emang lo (sopir mobil mewah) kaga takut sopir bus/truk ya...disruduk mampus lo..

  10. #20
    Bus Chassis Plat Nomor : 20742
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Yogyakarta
    Posts
    57

    Default

    Quote Originally Posted by abaaziz View Post
    Ikutan share pendapat pribadi ya...

    Solar berlaku dua harga, subsidi dan non subsidi
    Di sini pasti ada kendala dalam distribusinya, mana yang berhak dan mana yang tidak berhak kita susah untuk membedakan,
    dan selain itu dengan kondisi dua harga seperti ini makan akan menimbulkan kecurangan di pihak2 yang tidak bertanggung jawab(Beli dengan harga subsidi di jual non subsidi atau penimbunan dll)
    dan sebaliknya juka bensin juga demikian, ada harga subsidi dan non subsidi akan berdampak begitu juga,

    kalo pendapat saya, pemerinta sebaiknya mengkaji, bahan bakar apa yang sekiranya lebih dominan di pake untuk kebutuhan umum, solarkah atau bensin,
    bila memang solar, semua solar di subsidi dan bensin semua non subsidi,
    dan mungkin di sertai kebijakan2 baru, misal kendaraan pribadi/ kendaraan mewah berbahan bakar solar di larang masuk indonesia, yang ada semua kendaraan berbahan bakar solar adalah jenis kendaraan umum,
    dengan seperti ini tentunya akan ada gejolak bagi pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar bensin, karena bensin tidak ada subsidi, dan nanti dimana pemilik kendaraan pribadi hanya orang2 yang bener2 mampu, dan yang memiliki kendaraan pribadi dengan pemasukan pas2an akan semakin tergerus, dan berkurang dan pasti mereka akan beralih ke kendaraan umum,
    ingat perkembangan kendaraan pribadi di indonesia begitu pesat tanpa di imbangi oleh infrastruktur jalan raya

    dengan kebijaksanaan seperti ini menurut saya,
    orang yang memiliki kendaraan pribadi akan berkurang
    perkembangan jalan raya saat ini akan sebanding dengan perkembangan kendaraan pribadi
    orang akan kembali ke kendaraan umum, karena dengan kendaraan pribadi pengeluaran lebih besar,..

    Mungkin hanya ini yang ada di benak saya, mohon maaf bila salah, makasih
    itulah liciknya pemerintah negeri kita tercinta ini om ,mau harga bbm dinaekin tapi pembelian mobil2 pribadi dipermudah dengan kredit2 ga jelas,mau untung doang pemerintah ini mah biar bisa beli laptop 18 juta perunit cuman buat ngetik ama upload gambar :cacad

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •