PDA

View Full Version : Dishub Jember Cabut Izin Trayek 37 Bus



jalurselatan
09-26-2011, 19:14
Jember, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, mencabut izin trayek sebanyak 37 bus yang beroperasi di kabupaten setempat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Tawangalun Jember, Gatot Triyono, Minggu, mengatakan pihaknya menerima surat keputusan (SK) dari Dishub Provinsi Jatim terkait dengan pencabutan izin trayek 37 bus dari enam perusahaan otobus (PO).
"Enam PO itu adalah PO Santoso sebanyak empat bus, PO Kencono sebanyak lima bus, PO Anggun Krida sebanyak sembilan bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 14 bus, dan PO Kuda Laut sebanyak tiga bus," tuturnya.
Menurut dia, pencabutan itu karena perusahaan otobus yang melintasi Kabupaten Jember tidak memperpanjang lagi izin trayek, sehingga dengan sendirinya kendaraan tidak boleh jalan dan beroperasi melintasi kabupaten setempat.
"Sebanyak 37 bus sudah lama tidak beroperasi dan kartu pengawasan tidak diperpanjang, sehingga Dishub melakukan pembekuan izin trayek dan selanjutnya mencabut izin trayek enam PO itu," katanya menjelaskan.
Apabila enam perusahaan otobus itu ingin mendapatkan izin trayek baru, lanjut dia, prosedur awal harus dilakukan lagi yakni mengajukan permohonan izin trayek baru kepada Dishub.
"Banyak manajemen perusahaan otobus yang beralasan sepinya penumpang selama beberapa tahun terakhir menyebabkan puluhan bus tidak beroperasi, sehingga pihak manajemen mengandangkan busnya," paparnya.
Selain pencabutan izin trayek, Dishub Jatim juga membekukan izin trayek sebanyak 31 bus antar-kota dalam propinsi (AKDP) yang berangkat dan melintasi Kabupaten Jember.
"Pembekuan 31 bus itu tercatat sejak Juni 2011, sehingga masing-masing perusahaan otobus yang dibekukan tidak boleh beroperasi lagi selama arus mudik dan balik Lebaran 2011," katanya.
PO yang izin trayeknya dibekukan adalah PO Kenongo sebanyak satu bus, PO Restu Agung sebanyak empat bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 17 bus, PO Anggun Krida sebanyak empat bus, PO Kenongo Indah satu bus, PO Skala satu bus, dan PO Yuangga satu bus.
"Dishub akan melakukan pengawasan dengan ketat terhadap puluhan bus yang dicabut izin trayeknya maupun yang dibekukan karena seluruh bus tidak boleh beroperasi selama angkutan Lebaran 2011," katanya menambahkan.

maaf saya memuat berita yang terbit bulan agustus, karena saya baru tau hari ini 26 september.

" sangat kaget membacanya, prihatin dan miris melihat perkembangan bis di jember "

gemilang
09-27-2011, 00:33
Jember, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, mencabut izin trayek sebanyak 37 bus yang beroperasi di kabupaten setempat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Tawangalun Jember, Gatot Triyono, Minggu, mengatakan pihaknya menerima surat keputusan (SK) dari Dishub Provinsi Jatim terkait dengan pencabutan izin trayek 37 bus dari enam perusahaan otobus (PO).
"Enam PO itu adalah PO Santoso sebanyak empat bus, PO Kencono sebanyak lima bus, PO Anggun Krida sebanyak sembilan bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 14 bus, dan PO Kuda Laut sebanyak tiga bus," tuturnya.
Menurut dia, pencabutan itu karena perusahaan otobus yang melintasi Kabupaten Jember tidak memperpanjang lagi izin trayek, sehingga dengan sendirinya kendaraan tidak boleh jalan dan beroperasi melintasi kabupaten setempat.
"Sebanyak 37 bus sudah lama tidak beroperasi dan kartu pengawasan tidak diperpanjang, sehingga Dishub melakukan pembekuan izin trayek dan selanjutnya mencabut izin trayek enam PO itu," katanya menjelaskan.
Apabila enam perusahaan otobus itu ingin mendapatkan izin trayek baru, lanjut dia, prosedur awal harus dilakukan lagi yakni mengajukan permohonan izin trayek baru kepada Dishub.
"Banyak manajemen perusahaan otobus yang beralasan sepinya penumpang selama beberapa tahun terakhir menyebabkan puluhan bus tidak beroperasi, sehingga pihak manajemen mengandangkan busnya," paparnya.
Selain pencabutan izin trayek, Dishub Jatim juga membekukan izin trayek sebanyak 31 bus antar-kota dalam propinsi (AKDP) yang berangkat dan melintasi Kabupaten Jember.
"Pembekuan 31 bus itu tercatat sejak Juni 2011, sehingga masing-masing perusahaan otobus yang dibekukan tidak boleh beroperasi lagi selama arus mudik dan balik Lebaran 2011," katanya.
PO yang izin trayeknya dibekukan adalah PO Kenongo sebanyak satu bus, PO Restu Agung sebanyak empat bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 17 bus, PO Anggun Krida sebanyak empat bus, PO Kenongo Indah satu bus, PO Skala satu bus, dan PO Yuangga satu bus.
"Dishub akan melakukan pengawasan dengan ketat terhadap puluhan bus yang dicabut izin trayeknya maupun yang dibekukan karena seluruh bus tidak boleh beroperasi selama angkutan Lebaran 2011," katanya menambahkan.

maaf saya memuat berita yang terbit bulan agustus, karena saya baru tau hari ini 26 september.

" sangat kaget membacanya, prihatin dan miris melihat perkembangan bis di jember "
wah..kuda laut kena juga ni, PO asal banyuwangi

best_one
09-27-2011, 00:50
Jember, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, mencabut izin trayek sebanyak 37 bus yang beroperasi di kabupaten setempat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Tawangalun Jember, Gatot Triyono, Minggu, mengatakan pihaknya menerima surat keputusan (SK) dari Dishub Provinsi Jatim terkait dengan pencabutan izin trayek 37 bus dari enam perusahaan otobus (PO).
"Enam PO itu adalah PO Santoso sebanyak empat bus, PO Kencono sebanyak lima bus, PO Anggun Krida sebanyak sembilan bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 14 bus, dan PO Kuda Laut sebanyak tiga bus," tuturnya.
Menurut dia, pencabutan itu karena perusahaan otobus yang melintasi Kabupaten Jember tidak memperpanjang lagi izin trayek, sehingga dengan sendirinya kendaraan tidak boleh jalan dan beroperasi melintasi kabupaten setempat.
"Sebanyak 37 bus sudah lama tidak beroperasi dan kartu pengawasan tidak diperpanjang, sehingga Dishub melakukan pembekuan izin trayek dan selanjutnya mencabut izin trayek enam PO itu," katanya menjelaskan.
Apabila enam perusahaan otobus itu ingin mendapatkan izin trayek baru, lanjut dia, prosedur awal harus dilakukan lagi yakni mengajukan permohonan izin trayek baru kepada Dishub.
"Banyak manajemen perusahaan otobus yang beralasan sepinya penumpang selama beberapa tahun terakhir menyebabkan puluhan bus tidak beroperasi, sehingga pihak manajemen mengandangkan busnya," paparnya.
Selain pencabutan izin trayek, Dishub Jatim juga membekukan izin trayek sebanyak 31 bus antar-kota dalam propinsi (AKDP) yang berangkat dan melintasi Kabupaten Jember.
"Pembekuan 31 bus itu tercatat sejak Juni 2011, sehingga masing-masing perusahaan otobus yang dibekukan tidak boleh beroperasi lagi selama arus mudik dan balik Lebaran 2011," katanya.
PO yang izin trayeknya dibekukan adalah PO Kenongo sebanyak satu bus, PO Restu Agung sebanyak empat bus, PO Kencana Adiguna sebanyak dua bus, PO Akas sebanyak 17 bus, PO Anggun Krida sebanyak empat bus, PO Kenongo Indah satu bus, PO Skala satu bus, dan PO Yuangga satu bus.
"Dishub akan melakukan pengawasan dengan ketat terhadap puluhan bus yang dicabut izin trayeknya maupun yang dibekukan karena seluruh bus tidak boleh beroperasi selama angkutan Lebaran 2011," katanya menambahkan.

maaf saya memuat berita yang terbit bulan agustus, karena saya baru tau hari ini 26 september.

" sangat kaget membacanya, prihatin dan miris melihat perkembangan bis di jember "

ini berita bagus....

kayaknya baru kali ini dech dinas perhubungan berani mempublikasikan berita tentang "pembekuan & pencabutan trayek"....hebat juga nih dishub jember.... makasih buat jalurselatan atas infonya....