yobood
07-05-2010, 20:27
PT MAYASARI BAKTI mulai senin (5 Juli 2010) meniadakan Trayek Bus Kota Cepat Terbatas (PATAS) 9 "Pondok Gede - Pasar Baru".
Kabar yang mengejutkan ini datang dari awak Bus Patas 9 sendiri yang merasa kecewa sekaligus heran terhadap keputusan Perusahaan tersebut.
Sebelumnya,pada hari rabu (30 Juni 2010),salah satu awak P 9, Shafei mengaku dipanggil oleh bagian Operasional PT Mayasari Bakti,untuk kemudian diberitahukan perihal penghentian pengoperasian P 9. Tentu saja,hal ini membuat para awak terkejut,termasuk Andre,salah satu kondektur 'batangan' (tembak) yang juga menjadi pendiri komunitas "Pecinta PATAS 9" di situs jejaring sosial.
Keputusan ini sangat disayangkan,karena ada beberapa hal yang menyatakan rute ini layak untuk dipertahankan.
1. Patas ini sangat diminati oleh para masyarakat di Pondok Gede dan sekitarnya,terutama para pelajar dan mahasiswa, yang enggan berangkat melalui Kp.Rambutan atau menghindari kemacetan bila berangkat dari Cawang.
2. Dengan jumlah armada yang sangat terbatas (hanya 3-4 Armada bermesin Mercedes-Benz O 306 yang mulai sakit-sakitan),trayek ini telah menciptakan "Loyalitas Penumpang",dimana Penumpang lebih memilih trayek ini ketimbang trayek2 lain yang bersinggungan,seperti P 17 A "Kp.Rambutan-Senen"
3. Saat ini,hanya trayek itu-lah yang melayani trayek bus kota di terminal Pinang Ranti. Transjakarta Koridor Pinang Ranti-Pluit sampai berita ini turun ternyata belum beroperasi. Bisa dibayangkan betapa ricuhnya para penumpang kelak,termasuk Anak-Anak Sekolah yang tiap pagi menjejali bus ini,meskipun terdapat bus sekolah
4. Trayek ini adalah trayek yang diwasiat kan oleh Alm. H Engkud Mahpud agar terus dioperasikan,apapun keadaannya.
Memang sebelum nya terjadi perubahan kebijakan dari PT Mayasari Bakti terhadap trayek ini agar tetap bertahan,seperti yang diamanatkan oleh 'sang prinsipal' :
-sempat dihentikan operasinya pada tahun 2001,2004 dihidupkan lagi karena keinginan Alm. H Engkud
-Mengubah sistem setoran,menjadi sistem 'checker' per rit,seperti Patas pada trayek Bekasi,dimana setoran dihitung per-rit perjalanan P/P,bukan per-hari
-Menambah armada dengan mengambil satu unit Mercedes-Benz OH 306 dari trayek P 98 A "P.Gadung-Kp.Rambutan" (yang ironisnya,jumlahnya juga terbatas)
Tetapi,Manajemen berkehendak lain. Selain berpikir 'rasional' terhadap wasiat Almarhum,Mereka beranggapan bahwa hasil yang diperoleh tidak menutupi biaya operasi. Mengingat,menurut mereka Trayek ini hanya 'membludak' pada Pagi dan Sore hari. Tetapi yang menjadi masalah nya adalah:
Rute ini sudah menjadi salah satu Moda Transportasi yang sangat Vital bagi para pekerja,pelajar,dan mahasiswa yang setiap hari bolak-balik dari Pondok Gede,menuju pusat kota Jakarta.
Dan yang lebih aneh,
2 bus eks P 9 diubah menjadi trayek P 6 A "Kp.Rambutan-Kalideres" yang secara logika,kalah bersaing dengan Armada P 6 "Kp.Rambutan-Grogol" yang Armadanya Baru dan Menang jumlah armada.
layakkah keputusan penghentian ini??
lalu,apa yang bisa dilakukan??
jika anda berpikiran sama dengan rekan-rekan Pecinta P 9,terutama rekan2 Bismania Jabodetabek (khususnya Pondok Gede dan sekitarnya),dapat membantu dengan cara menghubungi call center Pengaduan Mayasari Bakti
8401903 dan 8400923
dengan pertanyaan2 dr anda ttg "kemana P9", bkn tidak mungkin PT Mayasari Bakti menghidupkannya kembali.
P9 dipastikan hilang minggu (4/7/2010) skitar pkul 21:00.
tp dgn tlp dr beberapa penumpang P9, PT Mayasari Bakti kembali mengadakan rapat soal nasib P9 sekitar senin pagi
oleh karena itu, mohon dukungan anda semua untuk mendesak PT Mayasari Bakti mengadakan kembali rute P9...terimakasih
Kabar yang mengejutkan ini datang dari awak Bus Patas 9 sendiri yang merasa kecewa sekaligus heran terhadap keputusan Perusahaan tersebut.
Sebelumnya,pada hari rabu (30 Juni 2010),salah satu awak P 9, Shafei mengaku dipanggil oleh bagian Operasional PT Mayasari Bakti,untuk kemudian diberitahukan perihal penghentian pengoperasian P 9. Tentu saja,hal ini membuat para awak terkejut,termasuk Andre,salah satu kondektur 'batangan' (tembak) yang juga menjadi pendiri komunitas "Pecinta PATAS 9" di situs jejaring sosial.
Keputusan ini sangat disayangkan,karena ada beberapa hal yang menyatakan rute ini layak untuk dipertahankan.
1. Patas ini sangat diminati oleh para masyarakat di Pondok Gede dan sekitarnya,terutama para pelajar dan mahasiswa, yang enggan berangkat melalui Kp.Rambutan atau menghindari kemacetan bila berangkat dari Cawang.
2. Dengan jumlah armada yang sangat terbatas (hanya 3-4 Armada bermesin Mercedes-Benz O 306 yang mulai sakit-sakitan),trayek ini telah menciptakan "Loyalitas Penumpang",dimana Penumpang lebih memilih trayek ini ketimbang trayek2 lain yang bersinggungan,seperti P 17 A "Kp.Rambutan-Senen"
3. Saat ini,hanya trayek itu-lah yang melayani trayek bus kota di terminal Pinang Ranti. Transjakarta Koridor Pinang Ranti-Pluit sampai berita ini turun ternyata belum beroperasi. Bisa dibayangkan betapa ricuhnya para penumpang kelak,termasuk Anak-Anak Sekolah yang tiap pagi menjejali bus ini,meskipun terdapat bus sekolah
4. Trayek ini adalah trayek yang diwasiat kan oleh Alm. H Engkud Mahpud agar terus dioperasikan,apapun keadaannya.
Memang sebelum nya terjadi perubahan kebijakan dari PT Mayasari Bakti terhadap trayek ini agar tetap bertahan,seperti yang diamanatkan oleh 'sang prinsipal' :
-sempat dihentikan operasinya pada tahun 2001,2004 dihidupkan lagi karena keinginan Alm. H Engkud
-Mengubah sistem setoran,menjadi sistem 'checker' per rit,seperti Patas pada trayek Bekasi,dimana setoran dihitung per-rit perjalanan P/P,bukan per-hari
-Menambah armada dengan mengambil satu unit Mercedes-Benz OH 306 dari trayek P 98 A "P.Gadung-Kp.Rambutan" (yang ironisnya,jumlahnya juga terbatas)
Tetapi,Manajemen berkehendak lain. Selain berpikir 'rasional' terhadap wasiat Almarhum,Mereka beranggapan bahwa hasil yang diperoleh tidak menutupi biaya operasi. Mengingat,menurut mereka Trayek ini hanya 'membludak' pada Pagi dan Sore hari. Tetapi yang menjadi masalah nya adalah:
Rute ini sudah menjadi salah satu Moda Transportasi yang sangat Vital bagi para pekerja,pelajar,dan mahasiswa yang setiap hari bolak-balik dari Pondok Gede,menuju pusat kota Jakarta.
Dan yang lebih aneh,
2 bus eks P 9 diubah menjadi trayek P 6 A "Kp.Rambutan-Kalideres" yang secara logika,kalah bersaing dengan Armada P 6 "Kp.Rambutan-Grogol" yang Armadanya Baru dan Menang jumlah armada.
layakkah keputusan penghentian ini??
lalu,apa yang bisa dilakukan??
jika anda berpikiran sama dengan rekan-rekan Pecinta P 9,terutama rekan2 Bismania Jabodetabek (khususnya Pondok Gede dan sekitarnya),dapat membantu dengan cara menghubungi call center Pengaduan Mayasari Bakti
8401903 dan 8400923
dengan pertanyaan2 dr anda ttg "kemana P9", bkn tidak mungkin PT Mayasari Bakti menghidupkannya kembali.
P9 dipastikan hilang minggu (4/7/2010) skitar pkul 21:00.
tp dgn tlp dr beberapa penumpang P9, PT Mayasari Bakti kembali mengadakan rapat soal nasib P9 sekitar senin pagi
oleh karena itu, mohon dukungan anda semua untuk mendesak PT Mayasari Bakti mengadakan kembali rute P9...terimakasih