PDA

View Full Version : Sektor Perkebunan Anjlok,penumpang Turun Drastis



sanholic
03-22-2010, 18:43
Salam bismania

Izinkan saya menulis sebuah fakta yg sat ini sedang terjadi di dunia perbisan
Menurunnya pendapatan masyarakat yg di sebabkan oleh,.menurunnya hasil perkebunan di wilayah sumatera,RIAU khususnya sangat berimbah terhadap kondisi penumpang di wilayah ini

Anjlok nya hasil perkebunan (kelapa sawit & karet) yg merupakan komoditi utama dan juga sebagai sumber utaa pendapatan masyarakat yg hampir 50%
membuat sebagian warga enggan untuk melakukan perjalanan kecuali memang untuk hal yg benar2 sangat penting sifatnya

Dari pantauan saya dilapangan dan di berbagai perusahaan oto bis,.baik yg melayani Trayek AKAP maupun AKDP di wilayah RIAU dan sekitarnya,.
penurunan jumlah penumpang mencapai 60 s/d 70% dari biasanya,.
hal ini juga bisa terlihat dari jumlah penumpang yg terlihat di atas bis saat berangkat,.

Berbagai cara dan tlah dilakukan Beberapa PO untuk menyiasati keadaan ini
sperti mengurangi trip keberangkatan armada nya,menurunkan tarif hingga hampir 20%,sampai menjatah solar untuk setiap armadanya (padahal hal tersebut hapir tidak pernah dilakukan oleh PO2 di sumatera)

Penulis hanya mampu berdo'a smoga kondisi perekonomian masyarakat bisa semakin membaik & kembali seperti sedia kala atau lebih baik dari sebelumnya

Demikian laporan saya untuk www.Bismania.com

Jagads
03-22-2010, 19:34
Salam bismania

Izinkan saya menulis sebuah fakta yg sat ini sedang terjadi di dunia perbisan
Menurunnya pendapatan masyarakat yg di sebabkan oleh,.menurunnya hasil perkebunan di wilayah sumatera,RIAU khususnya sangat berimbah terhadap kondisi penumpang di wilayah ini

Anjlok nya hasil perkebunan (kelapa sawit & karet) yg merupakan komoditi utama dan juga sebagai sumber utaa pendapatan masyarakat yg hampir 50%
membuat sebagian warga enggan untuk melakukan perjalanan kecuali memang untuk hal yg benar2 sangat penting sifatnya

Dari pantauan saya dilapangan dan di berbagai perusahaan oto bis,.baik yg melayani Trayek AKAP maupun AKDP di wilayah RIAU dan sekitarnya,.
penurunan jumlah penumpang mencapai 60 s/d 70% dari biasanya,.
hal ini juga bisa terlihat dari jumlah penumpang yg terlihat di atas bis saat berangkat,.

Berbagai cara dan tlah dilakukan Beberapa PO untuk menyiasati keadaan ini
sperti mengurangi trip keberangkatan armada nya,menurunkan tarif hingga hampir 20%,sampai menjatah solar untuk setiap armadanya (padahal hal tersebut hapir tidak pernah dilakukan oleh PO2 di sumatera)

Penulis hanya mampu berdo'a smoga kondisi perekonomian masyarakat bisa semakin membaik & kembali seperti sedia kala atau lebih baik dari sebelumnya

Demikian laporan saya untuk www.Bismania.com



***********************

Iya Om kita berdoa semoga komoditas yang om sampaikan bisa kembali baik lagi sehingga kehidupan warga menjadi makmur....
juga berimbas kepada OM... :D :D

A- JET LINER
03-23-2010, 17:02
Oooo sepinya krn faktor komoditi yg lg anjlok...
Emang sih waktu itu om dwi lewat PM bilang hanya lg sepi, ternyata faktor itu toh.

Gimana gak kecewa om tgl 17 maret kmrn pk baru-rengat cuma crash sama 1 bus kurnia n 1 SAN
trus bsknya rengat-pk baru nyalip 2 bus (PMTOH n PT RAPI), crashnya 2 lorena, 1 prayogo, 1 makmur n 1 SAN
kondisi bus gak terlalu penuh

Semoga keadaan ini tidak berlangsung lama.

Anank
11-22-2010, 00:57
Hal lain yang mempengaruhi adalah beratnya persaingan menghadapi angkutan udara yang menerapkan 'perang tarif' om..., bayangkan aja, tarif termurah pesawat Pekanbaru - Jakarta bisa sampai harga 300rb - 400 ribuan, bandingkan dengan bis sekelas Lorena atau Sari Harum yang berkisar antara 350 - 400 ribu, ditambah dengan biaya diperjalanan, saya kira pengguna jasa akan lebih memilih angkutan udara yang menurut mereka lebih ekonomis dari segi biaya atau pun waktu, memang dilematis.. seharusnya memang pemerintah mempunyai kebijakan untuk mempermudah pelayanan angkutan darat, misalnya dengan menerapkan bea masuk 0 % untuk suku cadang bis, walau bagaimanapun angkutan darat tetap merupakan moda transportasi massal yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat... semoga era-era emas angkutan darat dapat terjadi lagi ...